Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Rabu, 13 April 2011

Belajar Cuek


Saya punya banyak teman yang sifatnya cuek abis, Mereka kebanyakan mudah mengatasi kesedihan yang mereka alami,karena sifat “Cueknya, ah..masa modoh” itu sudah terjadi. “Lupakan sajalah!”.

Jika mereka merasa sedih mereka hanya bersedih sesaat, tetapi besoknya sudah senang kembali karena mereka tidak begitu memasukkan segalanya ke dalam hati… “Gimana sih…jadi orang cuek sepertimu???” tanyaku.
“Gini caranya..” dia Jelasin

1.Mengangap semua persoalan menjadi ringan
“bila sebuah tantangan yang berat dianggap sebagai sesuatu hal yang biasa, maka tantangan itu akan ringan”
Jika manusia menggangap ringan semua masalah, masalah tersebut akan benar-benar jadi ringan. Kamu bisa mengatasi masalah apapun dengan mudah dan hati yang lapang, walaupun sebenarnya masalah tersebut sangat besar.

2.Teruss yang kedua Tidak memasukkan semua hal kedalam hati
Biasanya jika kita terlalu perasa dan memasukkan semua hal kedalam hati, itu malah akan membuat hati kita mudah sakit dan kecewa. Tidak semua hal itu berhubungan dengan anda, jadi jangan terlalu perasa lah… atau terlalu ge-er.

3.Jangan peduli terhadap hal-hal yang belum benar
Ada hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kita pedulikan, omongan tidak benar, perbuatan yang mudharat, gossip, fitnah dan kawan-kawannya dech. Tidak ada manfaatnya bagi kita.. Abaikanlah

4.Terakhir kita harus mudah melupakan dan memaafkan
Jangan suka memendam perasaan terlalu lama, apalagi rasa kesal. Lupakanlah saja apa yang sudah terjadi.. toch tidak ada makhluk tuhan yang Suci banget di dunia ini, semua pasti punya salah. Anggap saja itu angin lalu, yang baru saja meniup kita. Jangan simpan di dalam hati...maafkanlah dia, mereka yang mungkin pernah bersalah pada kta. Insya Allah hati kita akan bebas dan tidak terikat kepada orang itu..
So..Jangan masukkan semua Hal kedalam hati…yang baik-baik saja, yang indah-indah saja
And Cuek Aja…..

A.K

Rabu, 06 April 2011

Si Axioo


Ada apa lagi dengamu...Beberapa program tidak bias jalan, tidak bisa di install, terblokir, tidak bias ter Shut-down, baterai drop, virus menyerang dokumen….ckckck… makin parah aja
Hufth…Setelah mencoba merawatnya..mengobatinya… beberapa hari ini.. ternyata virus yang menyerang si axioo semakin ganas…penyakitnya memarah…baru kali ini saya harus angkat tangan..tak mampu lagi menanganinya.. dia harus di rujuk..masuk ICU dulu… bermalam beberapa hari… di treatment oleh yang lebih spesialis..semoga dia bisa menyembuhkanmu…. maaf selama ini tidak mampu menerapkan ilmu preventif di dirimu….mencegah virus yang masuk di dirimu…kamu memang butuh istirahat..setelah beberapa minggu saya memaksamu begadang, bekerja hampir 24 jam non-stop..hehehe… maaf ya Met Istirahat dulu…semoga lekas sembuh ya….saya butuh dirimu di Lapangan...Please..

Minggu, 03 April 2011

Kesepasangan


Pernahkah kita menyadari bahwa kita dapat merasakan segala sesuatu yang menguntukngkan (Pintar, soleh, berani, tawadhu, kaya…) karena jasa segala hal yang merugikan (Bodoh, kafir, takut, serakah, miskin….) ?

Jika kita merasa nikmat menjadi orang pintar atau orang kaya sesungguhnya nikmat itu berkat pasangan dari pintar yakni “bodoh”. Artinya, jika kita tidak pernah merasakan bodoh, secara alamiah kita tidak akan merasakan pintar sebagai suatu kenikmatan.

Ini sama persis dengan malam hari yang terasa dingin karena kita merasakan panas pada siang hari. Begitupun dengan keberaniaan yang terasa memukau karena kita entah kapan, mengenal ketakutan yang melumpuhkan.

Inilah salah satu elemen penting yang menjadi faktor terselenggaranya kehidupan di dunia. Elemen ini menjadi penting sebab Allah menciptakannya sebagai hukum kesepasangan. Sebagai konsekuensi alamiahnya. Hukum ini tidak menngenalkan kita kepada ketunggalan. Oleh karena itu kita tidak mungkin hidup tanpa kebodohan sebab tanpanya tak mungkin ada kepintaran.Apakah kita sanggup hidup terus menerus pada malam hari ? ya…ngak mungkin khan

Hukum kesepasangan ini kemudian mengajarkan kita pada pengenalan kita tahu dingin karena ada panas kita mengenal malam karena ada siang tanpa panas dan siang tidak ada istilah malam dan dingin dalam kehidupan ini.

Kita juga diajarkan untuk tidak saling meniadakan sebab dengan meniadakan kesepasangan sama artinya dengan menentang kehidupan. Makanya jangan meniadakan orang bodoh jika ingin ada orang pintar. Jangan meniadakan orang kafir jika ingin ada orang mukmin dan kebahagiaan, Itulah mungkin alasan mengapa Tuhan mengutus nabi-nabi dengan bekal kitab-kitab, sekaligus menakdirkan kehidupan mereka dalam putaran roda kehidupan ini, (Kadang di atas kadang dibawah).
 
 
Blogger Templates