Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2014

Kutipan Buku


Sangat menarik membaca buku ini, didalamnya banyak cerita menarik terkait Kesmas dan Bagaimana Prof. dr. Ascobat Gani menekuni dan memperjuangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Sosok yang luar biasa di dunia Public Health.
Saya pun tertarik memposting kutipan-kutipan dari bukunya sebagai bahan inspirasi buat kita semua. Berikut beberapa kutipan dari buku beliau :

"Public health is art and science, sebuah seni ambil contoh menari, tidak bisa dipelajari di buku. Seseorang hanya akan bisa menari kalau ia mau turun ke lantai dan mulai menggerakkan badannya. Demikian pula seorang pakar Kesehatan Masyarakat, kendati sudah paham betul ilmu dan teori kesehatan masyarakat, tidak ada artinya jika ia tidak pernah bersinggungan dengan realitas di Lapangan "

"Kesehatan masyarakat sebagai sebuah ilmu tidak cukup hanya sekedar dikaji dan dipelajari. Ilmu ini perlu dikembangkan dengan cara menerapkan kepada masyarakat. Dengan cara ini, bukan saja menjadikan ilmu ini memiliki nilai tapi juga akan berkembang."

"Profesi di bidang kesehatan masyarakat, haruslah pandai-pandai merangkul banyak kalangan dan harus punya karakterisitik mampu bekerja sama dengan orang lain, terutama dengan masyarakat. Kalau orangnya individualis, maka dia tidak cocok menjadi professional di public health."

"Public Health is local problem, local recources, local community, local wisdom, and local solution
Public Health is loving the people."

"Siapapun yang ingin berprofesi di dunia kesehatan masyarakat jangan harap bisa melihat perubahan terjadi esok hari, semua butuh waktu yang panjang untuk sampai ke tujuan."

"Jika ingin mencari uang, jadi kaya, jangan memilih profesi di bidang kesehatan masyarakat, apalagi jadi pengajar di bidang ini."


"Memilih aktivitas di bidang public health harus di dasarkan pada pijakan yang tepat. Pengabdian merupakan satu-satunya pijakan dalam mengarungi bidang kesehatan masyarakat. Adanya niatan lain, terlebih materi akan mengakibatkan ketidaknyamanan dalam bekerja."

Rabu, 13 Juli 2011

buku lagi...


Begini nih kalau ke toko buku, bawaannya mau beli semua buku di toko… ndak nyadar apa uang di dompet, ndak nyadar kalau masih ada setengah bulan, mau puasa lagi, hitung..hitung pemanasan sebelum ramadhan…hehehe.. (niat salah lagi). Gara-gara ada teman pesan mau dibelikan buku, saya terpaksa ke toko buku dan inilah jadinya 4 buku ini terambil dengan “tidak sadar” padahal niatnya cuma mau beli buku pesanan…

Entah kenapa selama di Jogja saya rajin banget beli buku, untuk sementara cuma dikoleksi,bacanya nanti kalau butuh atau ada waktu..hehehe… padahal waktu S1 malasnya minta ampun, jangankan baca buku, niat beli aja harus mikir 10 kali… Ya itulah salah satu yang membuat saya senang di Jogja, buku banyak dan murah-murah, Beberapa toko yang sering di kunjungi mahasiswa di Jogja yaitu Shopping Center (pusat penjual buku-buku murah dan buku bekas), Toga Mas, Sosial Agency dan masih banyak lagi toko buku yang menawarkan diskon besar. Saya juga sering ke Gramedia, tapi bukan untuk beli buku, tapi nyatet judul buku yang bagus, habis itu cari di toko buku murah tadi…hahha.. (licik ya, namanya juga usaha).

Hasilnya Selama kurang dari setahun, mungkin sudah 50 puluh lebih buku yang saya beli, sebenarnya itu belum seberapa dibandingkan orang yang gila baca…saya sih cuma bersikap realistis, mau makan apa saya besok,… tapi ini sebuah peningkatan sedikit buat diri saya, kesadaran membaca itu sudah mulai muncul, sisa dikonsistenkan, ada mimpi nanti suatu saat dirumah saya nanti, ada satu ruangan kecil, di depan pintunya tertulis.. Selamat Datang di Perpustakaan IDN.

yang membuat saya bingung nanti, bagaimana membawa buku-buku ini pulang..bisa-bisa bangkrut lagi saya bayar ongkos kirimnya…
MySpace

Jumat, 06 Agustus 2010

Kegigihan Seorang Gadis Belia


Melalui pergolakan nasib sesorang perempuan dan huru-hara kecemburuan,Andrea Hirata yang menulis “Laskar Pelangi” kini kembali memilih sudut yang tidak terduga untuk menampilkan kisah yang inspiratif tentang kegigihan karakter-karakter di dalam novelnya.
Novel “Padang Bulan yang bermula dari Kisah Seorang Gadis kecil yang Berusia 14 Tahun, Enong Namanya, yang bertekad untuk belajar bahasa inggris dengan ikut kursus di Tanjong Pandan namun harus berhenti sekolah dan mengambil alih seluruh tanggung jawab keluarga.
Enong tahu, umurnya akan menjadi tantangan paling besar karena dia harus bersaing dengan anak-anak muda. Perjalanan nasib anak perempuan kecil ini, melalui gaya khasnya: menertawakan kepedihan, memarodikan tragedy, mengkritik tanpa menjadi sarkastik, kisah enong menjadi seperti panggung di dalam lembaran-lembaran kertas, membaca novel ini seperti melihat sebuah gambar.
Sementara itu,Ikal terpukul oleh penolakan ayahnya, cintanya kepada A Ling sudah bulat namun ternyata ayahnya menolak mentah-mentah, sementara A Ling juga entah dimana. Akibatnya Ikal merasa otaknya terganggu dan memutuskan untk mencari pekerjaan ke Jakarta, menjadi pegawai berseragam yang memiliki uang pensiun seperti yang diinginkan ayah dan ibunya.
Tepat sebelum nahkoda kapal mengangkut sauh, Ikal berubah pikiran. Ada yang belum tuntas ia selesaikan. Ia Harus kalahkan Zinar dalam Tanding Catur…
Bagaimana kisah Selengkapnya…Silahkan Baca Novel PADANG BULAN… 
Sumber : Fajar

Jumat, 23 Juli 2010

Kearifan Pelacur: Kisah Gelap di Balik Bisnis Sex dan Narkoba


Category :Books
Genre : Nonfiction
Author :Elizabeth Pisani

Pertama mengetahui judul buku ini, menurut saya judulnya sangat nakal. Saya kira isinya pasti tidak lain adalah seperti kisah nyata pelacur ataupun pekerja seks yang dituliskan dalam sebuah buku. Ternyata dugaan saya salah mengenai isi buku ini. Buku ini sebenarnya lebih mengenai epidemiologi HIV/AIDS (bahasa saya) serta berkisar mengenai kebijakan-kebijakan seputar penanggulangannya. Hampir semua isi buku ini kejadiannya di Indonesia.

Elizabeth Pisani sendiri adalah seorang berkewarganegaraan Inggris. Tapi Ibu Eli (sapaan saya sama dia) pernah bekerja sebagai wartawan di Indonesia serta pernah menjadi staff pembantu di departemen kesehatan RI dalam penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia. Dia seorang ahli epidemiologi, dan sangat kritis (sempat kaget waktu diberikan pelatihan paper critique, sebuah jurnal yang menurut saya sangat ilmiah dan bagus dan dikatakan bahwa jurnal tersebut adalah buatan mafia vaksin, untuk membuat laku vaksinnya . He3...dasar diriku yang blm pengalaman, bukan saya ji yang kaget, tapi dr. nasrum juga kaget sekali.). Aniway....buku ini ditulis dua versi yaitu: bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tapi saya gak tau apa sudah ada di gramedia sini atau tidak.

Yang menarik bahwa buku ini, bukan hanya sekedar nonfiksi, terdapat banyak data statistik yang dikemukakan tapi tidak bikin mata pedih atau puyen, muatan referensinya pun bisa sangat reliable.gaya tuturnya sangat enak, sehingga bagi bukan orang epidemiologi pun dapat mengerti isi buku ini. Buku ini juga menggambarkan sangat gamblang mengenai industri seks di Asia dan asia tenggara terutama Indonesia. Elizabeth Pisani berpendapat jika kehidupan seks di Indonesia ini sudah merupakan sebuah industri dan harus diwaspadai efek penyakit yang ditimbulkannya. Kita diingatkan kembali betapa berbahayanya dampak dari industri yang satu ini jika tidak berhati-hati terutama dalam hal penyebaran HIV/AIDS.

Tapi yang lebih bikin saya tertarik bahwa dari beberapa bab yang saya baca dan saya tangkap dari dia Ibu Eli mencoba mengungkap bahwa dibalik penyebaran AIDS yang makin luas dan cepat, ada bisnis dibalik itu semua. Coba bayangkan, jumlah dana yang digelontorkan untuk menanggulangi dan mencari obat hiv/aids adalah sebesar 15 milyar USD! (itu baru dari amerika saja). seperti eli bilang, ada gula ada semut. ada duit sebesar itu, tentu saja jadi rebutan. siapa yang ngrebutin? ya kalo ga pemerintah, ya lsm. Tapi Kita tidak akan mengesampingkan niat mulia para manusia yang memang bekerja secara tulus untuk membantu sesama manusia yang terkena hiv/aids.
Virus ini sudah jadi musuh bersama kita, tidak peduli kamu orang yang lurus atau menyimpang, dan ibu eli juga berkata , bahwa nggak mungkin kita menggantungkan penanggulangan virus ini pada pemerintah atau regulasi yang mengaturnya. satu hal kecil yang bisa kita mulai adalah dari diri kita sendiri.
So....selamat membaca!!!
Kopas dari Note FB...
Ingin sekali membaca buku ini...
 
 
Blogger Templates