Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Kamis, 02 Januari 2014

Kutipan Buku


Sangat menarik membaca buku ini, didalamnya banyak cerita menarik terkait Kesmas dan Bagaimana Prof. dr. Ascobat Gani menekuni dan memperjuangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Sosok yang luar biasa di dunia Public Health.
Saya pun tertarik memposting kutipan-kutipan dari bukunya sebagai bahan inspirasi buat kita semua. Berikut beberapa kutipan dari buku beliau :

"Public health is art and science, sebuah seni ambil contoh menari, tidak bisa dipelajari di buku. Seseorang hanya akan bisa menari kalau ia mau turun ke lantai dan mulai menggerakkan badannya. Demikian pula seorang pakar Kesehatan Masyarakat, kendati sudah paham betul ilmu dan teori kesehatan masyarakat, tidak ada artinya jika ia tidak pernah bersinggungan dengan realitas di Lapangan "

"Kesehatan masyarakat sebagai sebuah ilmu tidak cukup hanya sekedar dikaji dan dipelajari. Ilmu ini perlu dikembangkan dengan cara menerapkan kepada masyarakat. Dengan cara ini, bukan saja menjadikan ilmu ini memiliki nilai tapi juga akan berkembang."

"Profesi di bidang kesehatan masyarakat, haruslah pandai-pandai merangkul banyak kalangan dan harus punya karakterisitik mampu bekerja sama dengan orang lain, terutama dengan masyarakat. Kalau orangnya individualis, maka dia tidak cocok menjadi professional di public health."

"Public Health is local problem, local recources, local community, local wisdom, and local solution
Public Health is loving the people."

"Siapapun yang ingin berprofesi di dunia kesehatan masyarakat jangan harap bisa melihat perubahan terjadi esok hari, semua butuh waktu yang panjang untuk sampai ke tujuan."

"Jika ingin mencari uang, jadi kaya, jangan memilih profesi di bidang kesehatan masyarakat, apalagi jadi pengajar di bidang ini."


"Memilih aktivitas di bidang public health harus di dasarkan pada pijakan yang tepat. Pengabdian merupakan satu-satunya pijakan dalam mengarungi bidang kesehatan masyarakat. Adanya niatan lain, terlebih materi akan mengakibatkan ketidaknyamanan dalam bekerja."

Selasa, 31 Desember 2013

Dari Project… Ke Project

Landasan saya nulis lagi di blog ini, sebenarnya karena rasa malu. Masa tulisan saya di tahun 2013 Cuma ada satu..hehehe…  hanya ada di awal tahun Januari… supaya tidak terlalu malu-maluin mari kita tutup postingan tahun ini di akhir Desember 2013..hehehe

Ok.. saya cuma mau bercerita sedikit tentang aktivitas selama 2013. Boleh dibilang 2013 aktivitas saya hanya berpindah dari satu project ke project yang lain. Sebenarnya cari kesibukan sih, daripada dibilang nganggur. Kerja di project khususnya tentang kesehatan sebenarnya sudah saya alami sejak tahun 2009, setelah menyelesaikan S1 saya di FKM Unhas sampai 2010, sebelum berangkat sekolah ke Jogja. Paling tidak ada 4 Project pada waktu itu yang saya ikuti. Survey Narkotika di Kalangan pelajar, Survey Narkotika di Kalangan Pekerja, Evaluasi Surveilans AI,DBD, Malaria di SulSel dan terakhir Riskesdas 2010. Kerjaannya sih kalau ndak jadi enumerator, jadi tenaga input & analisis data, dan semuanya cukup menyenangkan.

Setelah balik dari Jogja berjuang selama 2 Tahun, saya dipanggil lagi di Jurusan Epidemiologi Unhas, untuk membantu dosen menyelesaikan projectnya. Syukurlah bisa dapat kesibukan, walaupun saya tahu di jurusan itu kita dikasi kerjaan project satu. Tapi kerjaaan sampingannya banyak bangeet…hehehe tapi it’s Ok diambil asyik aja.

Minggu, 27 Januari 2013

Sisi seorang Ayah

gambar: panoramio.com

Dalam blog ini setidaknya sudah ada 3 tulisan tentang ibu, maka untuk adilnya saya akan coba menulis tentang seorang Ayah. Ya ini juga mungkin sudah sesuai dengan sunnah Rasul tentang berakti kepada kedua orangtua :  ibumu..ibumu..ibumu...kemudian Ayahmu.

Bersyukurlah kita yang masih bisa melihat dan merasakan sosok seorang ayah, apalagi ketika kedua orang tua kita masih hidup sampai hari ini. Ada banyak juga saudara kita yang tidak sempat merasakan lama kehangatan seorang ayah, atau bahkan hanya bisa melihat foto sang ayah. Terlepas dari itu sejatinya ayah kita selalu ada. Walaupun ia telah meninggal, ia membekas di guratan wajah kita yang kata orang mirip, ada di DNA kita bahkan sebagian sifatnya ia tularkan kepada kita. Like father like son. Selalu ada alasan untuk merasakan ayah kita selalu ada.

Sabtu, 17 November 2012

Liebster Awards...



Beberapa hari yang lalu dapat kiriman pesan dari tetangga sebelah, yang rumahnya ijo itu loch…Salkiinside, katanya ada Award.. pikirku award apaan…? ternyata Liebster award.. saya tidak tahu harus mesti tersanjung atau tersinggung… hahaha… Award macam ini tahun lalu sudah banyak saya lihat bertebaran di blog (tetangga sebelah)… semacam award berantai… pengen sih dulu dapat… tapi mustahil bagi blog yang pengunjungnya ndak sampe 50 setiap minggunya…hehehe… Daripada malam minggu ndak ada kerjaan (nasib jomblo bahagia) mari kita kerjakan soal-soal ini yang saya lihat lebih susah dari Ujian akhir biostatistik sekalipun….hehehe…

lihat aturan mainnya dulu ya…
1. Tiap orang yang kena tag harus menulis 11 hal tentang dirinya.
2. Jawab pertanyaan dari orang yang nge-tag kamu.
3. Bikin 11 pertanyaan baru buat orang yang ingin kamu tag.
4. Cari 11 orang yang 'beruntung' itu, trus link-kan ke postinganmu.
5. Kasih tau mereka kalo mereka tuh 'beruntung' dapet award ini.
6. Dilarang tag balik.

Senin, 17 September 2012

Catatan singkat perjalanan 2 Tahun


Dua Tahun di Yogya memberikan banyak cerita. Yogja tempat belajar sekaligus tempat jalan-jalan hehehe. Banyak ilmu yang sy dapat  baik dari kuliah maupun dilapangan. Saya dulu termasuk mahasiswa paling malas waktu S1, temen-temen pada kuliah saya malah urus organisasi di luar, jadi banyak ketinggalan mata kuliah, Cuma tau kulit-kulitnya saja, jadi pas dapat banyak teori dari dosen di S2.. saya cuma bisa bilang ooooo…gitu toch ternyata…. ternyata harus banyak baca memang. Di Lapangan (dinas kesehatan Gunungkidul) dunia baru bagi Fresh Graduate sehingga di awal-awal cukup lama beradaptasi, disini saya bisa tahu tentang program-program kesehatan di Dinkes, bagaimana surveilans itu, bagaimana penyelidiki KLB di Dinkes, program-program puskesmas dan termasuk bagaimana membuat SPPD yang baik dan benar hahahaha…. :D
Di Lapangan itu Learning by Doing jadi betul-betul ilmu itu didapat dari pengalaman, jadi jangan heran kalau tugas lapanganku itu tidak ada yang bagus-bagus amat. Karena yang namanya pengalaman ilmunya baru didapat setelah kita menyelesaikan laporan tugas lapangan dan menertawai tugas lapangan kita masing-masing.. ilmu dari kesalahan yang berulang-ulang selama 6 kali hahaha….
Yogja juga menjadi tempat jalan-jalan yang keren…saya tidak tahu betapa streesnya mahasiswa FETP kalau dia tidak mengimbangi dirinya dengan kegiatan jalan-jalan dan makan-makan. walaupun setelah itu kita strees lagi di depan laptop melihat tugas lapangan yang tidak selesai-selesai…. Hahaha…
Kebersamaan juga terasa ketika saya dan teman-teman yang fresh graduate (masih muda) butuh kasih sayang orangtua di Yogja…hahaha… maka secara alamiah dipilihlah bu sri astuti sebagai ibu angkat (mamake) sebagai tempat keluh kesah..walaupun dia juga sering berkeluh kesah sama kami anak-anaknya… Tapi alasan sebenarnya adalah kadang uang bulanan kami terlambat, sehingga biasanya kami harus numpang makan di tempat mamake, saya tidak tahu, makanan apapun yang dimasak mamake selalu enak (semua mengakui ini) kalau tidak, nanti tidak dikasi makan lagi masalahnya…hehehe Pisss mamake
Finally apapun itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua teman-teman FETP atas kebersamaannya selama ini, saling membantu dan mendoakan sehingga kita bisa melewati semua ini. Hanya persoalan waktu kapan mengakhirinyaa… Semoga suatu saat kita bisa berkumpul lagi melepas rindu-rindu kita…di waktu dan tempat yang berbeda… amiiin..

Rabu, 30 Mei 2012

Tuhan sembilan Senti


Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Sabtu, 19 Mei 2012

bersih-bersih rumah

waduh..rumahnya kotor banget, ternyata sudah 4 bulan lebih saya tinggalkan...
selama 4 bulan saya hanya memposting kesunyiaan disini....
selama 4 bulan saya pindah ke rumah yang namanya proposal, penelitian, tesis
selama 4 bulan sibuk di lapangan ngurusin nyamuk, ngurusin ovitrap....
maafkan saya membuat traffic kunjungan rumah maya IDN menjadi turun...
mudah2an tesis ini cepat selesai...saya bisa kembali kerumah maya IDN untuk corat coret di tembok lagi...

(bersih-bersih rumah..... :D)

Minggu, 08 Januari 2012

Kadang ada wangi dan lagu yang mengingatkan kita pada masa lalu

Wangi dan Lagu kadang menjadi mesin waktu buat kita
Pernah tidak, kamu  ketika mencium salah satu wangi… tiba-tiba memorimu berputar kebelakang,dan berhenti pada salah satu moment dalam hidupmu.. Kenangan atau seseorang. Seolah-olah wangi itu hanya punya moment itu atau orang itu saja. Dan kamu hanya bisa tersenyum manis mengingatnya.

Saya Cuma ingat beberapa… Salah satunya ketika saya mencium wangi rapika Cool Blue, tidak tahu kenapa saya tiba-tiba ingat waktu KKN di Pinrang, ingat posko, ingat teman-teman KKN, ingat semua pengalaman itu…dan ingat ketika menyetrika baju tentunya… hahaha…. Dan terakhir saya Cuma bisa tersenyum mengingat semuanya. Ada lagi… ketika saya mencium Biore anti acne yang merah… pasti langsung ingat masa SMP.. ingat masa-masa sekolah, ingat waktu jerawatan… bukannya jerawat berkurang malah bertambah (korban iklan) hahaha… dan mungkin masih ada lagi, tapi lupa..dan akan teringat lagi ketika tercium wangi itu… 

Indera pendengaran tak kalah hebat menyimpan memori dibandingkan indera penciuman, Kadang lagu juga membuat memori kita tiba-tiba ingat sesuatu. Salah satunya lagu menghapus jejakmu (PeterPan)… pasti Ingat masa-masa PBL I, soalnya hampir setiap hari di posko lagu itu diputar, oh..iya..satu lagi yang sering di putar di posko PBL, Tilawah Surah Ar Rahman (Misyari Rosyid) biasanya habis subuh atau sebelum magrib, tapi paginya atau habis magrib… pasti PeterPan lagi. Ada lagi, Lagu Nasyid SNADA, pasti langsung ingat waktu pesantren kilat SMA, atau Lagu Pupus DEWA… kalau ini ingat seseorang waktu SMA… (siapa tuch… ada dech…) hahaha… :D

Mungkin memang kita perlu menyiapkan wangi khusus atau lagu sebagai sountradck di setiap moment dalam hidup kita, yang kita anggap indah… yang patut dikenang, sehingga ketika kita ingin senyum-senyum sendiri,  kita cukup mencium aroma itu atau putar lagu itu… gimana..?
Wangi dan lagu apa yang mengingatkanmu pada masa lalu…?

Rabu, 28 Desember 2011

Kita kadang butuh momentum

Akhir dan awal penanggalan dalam sebuah kalender setidaknya mengingatkan kita tentang berlalunya waktu…iya..waktu, dia berjalan terus… cuek tidak mau memperdulikan kita… soalnya kita kadang juga cuek dengan dia…
Kita sudah diberi kesempatan bertemu dengan waktu itu, namun kita tidak mampu memanfaatkannya dengan baik. Setiap detik dalam hidup kita sangatlah berharga, meski lagi..lagi kita tidak sering menyadarinya. Seperti ini, tak terasa kita sudah berada di akhir tahun 2011 dan Insya Allah akan bertemu dengan 2012. Ada harapan yang tercapai ada juga yang belum/tidak tercapai.
Saking pentingnya waktu..setiap detik itu kesempatan. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan seperti ini :
Untuk mengetahui berapa lama 1 tahun, bertanyalah pada pelajar yang tidak naik kelas
Untuk mengetahui berapa lama 1 bulan, bertanyalah pada ibu yang melahirkan bayi secara prematur
Untuk mengetahui berapa lama 1 minggu bertanyalah pada editor majalah mingguan
Untuk mengetahui berapa lama 1 hari bertanyalah pada buruh yang harus memberi makan 10 anaknya tiap hari
Untuk mengetahui berapa lama 1 jam bertanyalah pada sepasang suami istri yang menunggu untuk bertemu Untuk mengetahui berapa lama 1 menit bertanyalah pada orang yang ketinggalan kereta
Untuk mengetahui berapa lama 1 detik bertanyalah pada orang yang selamat dari kecelakaan
Untuk mengetahui berapa lama 1 milisecond bertanyalah pada pemenang kedua atlet lari cepat olimpiade

HUfth..rasanya kita perlu menyiapkan waktu buat diri kita sejenak, menciptakan momen semacam jeda dalam hidup ini untuk sejenak merenung. Kita sering menyebutnya introspeksi diri, evaluasi diri, refleksi, muhasabah atau apalah namanya. Pergantian tahun ini bisa menjadi salah satu momen, walaupun tahun masehi tak membawa makna historis bagi kita seorang muslim. Tapi tak apalah, yang penting tujuannya baik.

Momentum itu harus ada, karena kita mesti mengevaluasi apa yang telah kita lakukan selama setahun ini. Harus ada karena kita harus merekonstruksi ulang mimpi-mimpi, harapan, dan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan kedepan. Bukankah Allah pernah berfirman dalam surah Al Hasyr (59:18) “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kaian kerjakan”.
Di akhir tahun ini, coba kita duduk sejenak…dalam suasan hening malam setelah lail. Mencoba memutar kembali roda waktu kebelakang dalam pikiran dan ingatan kita Seperti apa wajah kita dalam rentang waktu yang telah diberikan Allah kepada kita Setekun apa kita menjalani ibadah baik yang berdimensi vertikal (Allah dengan hambannya) maupun yang berdimensi horisontal (amalan sosial sesama hamba Allah) Perilaku kita, apakah lebih banyak ingkar atau taat? Berapa syukur yang bisa kita ekspresikan? Semuanya… kita coba hisab, sebelum Allah menghisab kita, walaupun kita tidak mampu mengingat dan menghitung semuanya. Rasulullah saw pernah bersabda “Orang yang pandai adalah orang yang menghisab dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt".

Tapi jangan sampai menatap masa lalu kita berlebihan, baik karena merasa sesal ataupun berhasil. Merasa gagal yang berlebihan itu berbahaya, karena bisa membuat diri kita fatalis, putus asa. Mungkin ada segunung dosa dan kita merasa Allah tak akan mengampuninya, jika sudah begini, bukannya kita merasa dekat tapi malah menjauh dari Allah. Merasa bangga akan keberhasilan dan amalan juga tidak baik, itu justru akan menyeret kita pada keterlenaan, dan kesia-sian yang akan menjebak kita pada perasaan “cukup”. Betapa bahayanya jika seseorang sudah merasa cukup.

Setelah merenungi masa lalu…mari kita coba memutar roda kehidupan kita jauh kedepan. melihat masa depan yang masih misteri. Berjanji dalam diri untuk berubah lebih baik, merencanakan mimpi-mimpi, menyusun target capaian harapan dan merencanakan masa depan. Hidup harus berorientasi kedepan dengan belajar dan berkaca dari apa yang telah kita lewati.
Sehingga muhasabah selalu melibatkan masa lalu dan masa depan kita.

Namun kadang refleksi diri, muhasabah, bisa menjadi jebakan buat kita. Terutama jika yang muncul hanya berupa sensasi spiritual saja. Pada suatu waktu misalnya saat momentum jeda itu datang. Kita diberi kesadaran spiritual pada saat itu. Kita menemukan sisi jernih dari hidup kita. Kita sadari kesalahan kita. Betapa tidak konsistennya kita di jalanNya. Kita merasakan betapa tetes mata itu jatuh begitu nikmat. Kita merasa inilah puncak spiritualitas kita. Anehnya, setelah semua usai, berlalu pula kesadaran kita, seolah keimanan kita hanya berumur beberapa jam, beberapa hari saja. Kita pun kembali pada rutinas kita yang biasa. Kita mungkin biasa melihat/merasakan itu setelah mengikuti Training-training Spritual, atau setelah membaca buku-buku motivasi. Kita kadang hanya membuat kesadaran temporal buka permanen. Maka momentum itu semu. Titik balik itupun tidak tercipta. Maka menciptakan kesadaran, membuat komitmen diri, mengkonsistenkan amalan, menjadi salah satu kunci melahirkan kesadara itu tiap hari.
Momentum itu penting..tapi menjaga hasil momentum itu lebih penting.
Mari kawan luangkan waktu sejenak kita untuk bermuhasabah dan bermunajat di akhir tahun ini

catatan buat dirisendiri di akhir tahun

Kamis, 22 Desember 2011

Memahami...mencintainya...



Mungkin dia sosok yang paling dekat dengan kita
tapi kadang dekat pun..tak mampu kita pahami
tidak semua isyarat batinnya mampu kita baca
tidak semua kehendaknya kita mengerti
tidak semua maksudnya kita duga
padahal
dialah sumber motivasi
dialah pangkal keselamatan
dialah berkah kebahagiaan
dialah doa-doa yang diijabah
Ridho Allah seirama dengan ridhonya
Murka Allah juga seiring dengan murkanya
Seperti itulah IBU kita

maka memahami dia dengan sepenuh hati adalah wujud bakti
yang mungkin tidak sebanding dengan pengorbananya
mengirimkan doa buatnya, memenuhi kehendaknya adalah cerminan cinta kita kepadanya
demi mengharapkan keberkahan dan ridhonya

Semoga Ibu senantiasa diberi Kemulian dan keberkahan
Kesehatan, Keselamatan dunia Akhirat
Amiiin...

Jogja, 22 Desember 2011 (Hari Ibu)

Jumat, 16 Desember 2011

Inilah kita...



orang yang gelap yang sedang menunggu penerangan
orang lupa yang sedang menunggu peringatan
orang bodoh yang sedang menunggu pengajaran
orang gelisah yang sedang menunggu diturunkan ketenagan

Bukankah itu semua dalam KehendakNya
kenapa kita lupa untuk meminta, lupa bersyukur, lupa bersujud

Kuhadapkan muka dan jiwaku kepada zat yang mencipta langit dan bumi
dengan keadaan tunduk dan menyerahkan diri
dan aku bukanlah dari golongan kaum musyirikin
sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku
hanya untuk Allah, Tuhan semesta Alam
(iftitah)

Jogja,Jumat 16122011

Rabu, 05 Oktober 2011

Munajat #24


Bila usia..
Dibawa masa untuk pergi
Hanya sekelip mata
Digulung shubuh.. ia pergi
Dilipat pagi.. ia berganti
Digeser siang.. ia berlalu
Dihapus senja.. ia berpacu
Didorong malam.. ia pun hilang

Bila usia..
Hanyalah titik-titik masa
Bagi sependar mimpi tuk berjaya
Melebur diri dengan visi misi membumi
Lupa akan kesementaraan hidup
Lalu lena dalam karya-karya semu
Mengejar apa.. yang berguna hanya untuk dunia
Melalai sinergi antara cahaya dunia.. dengan pendaran akhirat
Sedang hidup hanya sekejap
Khawatirnya..
Tiba-tiba terputus..
Sedang raga.. dan jiwa.. belum siap adanya


Bila usia..
Adalah kemaknaan
Ia menebar rahmat
Ketika tangan berbuat
Ia menghasil senyum di wajah-wajah lain
Ketika lisan berucap
Ia menyejuk hati keinsanan
Ketika ia melangkah
Pada tujuannya ia diharap
Dari tempat perginya ia dirindukan

Bila usia..
Maju terus..
Maka tak kan ia memandang kita lagi
Ia tak peduli
seberapa sesal yang menghinggapi
Ia hanya memenuhi titah dari Sang Penguasa Waktu
PERGI..!!
Maka ia akan pergi
Ia pula tak mendengar rintihan
Kala taubat telah terlambat
Ia terus maju
Hingga raga kita kosong

Bila usia itu dikembalikan..
Maka kesaksian
akan datang dari setiap sel diri
Mata berkata.. Yaa Allaah.. aku melihat ini.. ini.. dan ini
Kaki berkata.. Yaa Rabb.. aku melangkah kesini.. kesini.. dan kesini
Tangan berkata.. Yaa Maalik.. aku berbuat ini.. ini.. dan ini
Semua membanjiri kita dengan kejujurannya
Dan membungkam dusta dari lubang kata bersuara

Yaa Allaah.. jadikan waktu, adalah cahaya di tangan kami. Hingga dunia hanyalah udara yang kami hirup secukupnya. Sebanyak apa yang Engkau telah tetapkan. Dan sesuai dengan sesungguh apa ia kami usahakan. Lalu ia menetap di tangan kami. Dan jadikan hati, sebagai tempat kerinduan untuk berpulang dengan keindahan. Membawa sejarah kami dengan bangga. Sukses dalam keduniaan.. dan Berhasil dalam membangun indah istana di tanah keabadian.
Ijinkan kami memperbaiki diri menjadi lebih baik di sisa usia yang KAU berikan
mohon PetunjukMU
Amiiin yaa Rabbal’aalamiin..

Minggu, 31 Juli 2011

(sok) CERDAS

Berdiri menengadah
menantang langit
menganggap diri paling cerdas
mengklaim diri paling tahu
mengaku paling bijaksana
walau hanya bermodal setetes ilmu
di samudera pengetahuan Allah yang tak bertepi
Sungguh malu rasanya
saat perasaan itu melintas dalam hati
karena hadirnya perasaan itu adalah bukti
sebenar-benarnya bukti
bahwa jiwa pemiliknya terpenjara
bagai katak dalam tempurung kelapa

Sabtu, 16 Juli 2011

Life-Course Epidemiology


Life-course epidemiology (epidemiologi sepanjang hayat) adalah ilmu yang mempelajari efek jangka panjang paparan fisik dan sosial selama gestasi, masa kanak-kanak, remaja, dewasa muda, dewasa tua, terhadap risiko mengalami penyakit kronis. Epidemiologi sepanjang hayat mempelajari mekanisme biologis, perilaku, dan psikososial yang beroperasi lintas perjalanan hidup individu, bahkan lintas generasi, untuk mempengaruhi terjadinya penyakit kronis di usia dewasa (Ben-Shlomo dan Kuh, 2002; Kuh et al., 2003). Pendekatan sepanjang hayat memberikan cara baru mengkonseptualisasi pengaruh determinan sosial dan lingkungan yang dialami pada berbagai fase perjalanan hidup terhadap perkembangan terjadinya penyakit kronis yang diperantarai oleh proses biologis spesifik proksimal (misalnya, hiperkolesterolemia, hiperurisemia). Pendekatan sepanjang hayat epidemiologi menggunakan perspektif multi disipliner – baik biologi, perilaku, sosial, maupun psikologi - untuk memahami pentingnya waktu dan timing terjadinya paparan, seperti pertumbuhan fisik, reproduksi, infeksi, mobilitas sosial, transisi perilaku, dan sebagainya, terhadap perkembangan terjadinya penyakit kronis pada level individu dan populasi (Lynch dan Smith, 2005).

Pendekatan sepanjang hayat sesungguhnya bukan merupakan gagasan yang sama sekali baru. Pada 1667 penyair John Milton menulis dalam buku kumpulan puisinya Paradise Lost, ―The childhood shows the man.. As the morning shows the day. Tetapi apresiasi terhadap pendekatan life course epidemiology baru muncul kembali sejak publikasi Barker pada awal 1980an. Profesor David Barker, seorang peneliti di University of Southhampton, Inggris, dan kawan-kawannya, memperkenalkan HIPOTESIS BARKER, disebut juga ―Fetal Origins hypothesis, atau ―Thrifty Phenotype hypothesis. Hipotesis itu menyatakan bahwa berkurangnya pertumbuhan fetus berhubungan kuat dengan terjadinya beberapa penyakit degeneratif kronis di usia dewasa, khususnya penyakit jantung koroner (PJK), stroke, diabetes melitus (DM), hipertensi, dan COPD (PPOK). Organisme memiliki kelenturan (plastisitas) selama perkembangan awal, sehingga dapat dibentuk oleh lingkungan. Menurut hipotesis Barker, paparan lingkungan yang buruk (misalnya, kekurangan gizi) pada periode kritis pertumbuhan dan perkembangan di dalam uterus memiliki efek jangka panjang terhadap terjadinya penyakit kronis di usia dewasa dengan cara ―pemrograman struktur atau fungsi organ, jaringan, atau sistem tubuh. Adaptasi struktur, fisiologis, dan metabolis di awal kehidupan membantu kelangsungan hidup janin dengan cara memilih trayek (jalur) pertumbuhan yang tepat di masa mendatang. Tetapi ketika terdapat lingkungan yang tidak menguntungkan di awal kehidupan (misalnya, kurang nutrisi), maka fetus terpaksa berkompromi– yaitu beradaptasi pada keadaan yang tidak menguntungkan – dan memilih trayek yang sesuai (tetapi salah), yaitu melakukan ―trade off dengan mengurangi perkembangan organ yang relatif ―non-esensial seperti ginjal (massa nefron) dan pankreas (massa sel beta), demi berkembangnya organ yang lebih esensial seperti otak, dan menyebabkan efek yang salah terhadap kesehatan di usia dewasa (Hales dan Barker, 1992; Godfrey dan Barker, 2001; Rasmussen, 2001; Kuh et al., 2003).

Terma periode kritis merujuk kepada periode waktu perkembangan biologis tertentu yang krusial di mana paparan yang terjadi pada periode itu akan memberikan dampak jangka panjang pada struktur anatomis dan fungsi fisiologis yang akhirnya bisa menyebabkan penyakit. Paparan infeksi atau obat-obatan prenatal (misalnya, penggunaan talidomid) yang terjadi pada periode kritis dapat memberikan dampak hebat berupa kelainan perkembangan yang permanen (misalnya, cacat anggota badan). Tetapi jika paparan itu terjadi beberapa hari sebelumnya atau sesudahnya, maka paparan itu tidak memberikan dampak jangka panjang. Berbeda dengan periode kritis, periode sensitif merujuk kepada periode di mana paparan yang terjadi pada periode itu memberikan efek yang lebih besar daripada paparan yang sama terjadi pada periode lainnya. Pengaruh paparan yang berlangsung pada periode kritis maupun periode sensitif dapat dimodifikasi (diubah) oleh paparan di usia dewasa (Lynch dan Smith, 2005).

Tidak hanya mempelajari efek jangka panjang paparan biologi dan sosial in utero, epidemiologi sepanjang hayat juga mempelajari efek faktor biologi dan sosial lintas generasi. Tulis Lynch dan Smith (2005), ―... More ambitiously, a life course approach also attempts to understand how such temporal processes across the life course of one cohort occur in previous and subsequent birth cohorts and are manifested in disease trends that are observed over time at the population level. Sebagai contoh, keadaan nutrisi, kesehatan, dan perkembangan yang buruk pada gadis dan wanita muda menyebabkan perubahan fisiologi dan metabolisme yang permanen jangka panjang lintas generasi, menyebabkan fetus harus berkompromi dan memilih trayek yang salah untuk kelangsungan hidupnya, sehingga menyebabkan terjadinya penyakit dan kematian karena penyakit kardiovaskuler di usia dewasa (Hales dan Barker, 1992; Rasmussen, 2001; Kuh et al., 2003).

Pendekatan epidemiologi sepanjang hayat bisa digunakan untuk mempelajari efek jangka panjang paparan agen infeksi dan agen non-infeksi pada berbagai tahap kehidupan terhadap risiko terjadinya penyakit infeksi di usia dewasa, melalui dua mekanisme: (1) akumulasi risiko, dan (2) ―pemrograman. Model akumulasi risiko mempelajari efek dari total jumlah paparan atau total sekuensi paparan yang terakumulasi sepanjang waktu selama perjalanan hidup. Model akumulasi risiko dapat menunjukkan hubungan ―dosis-respons, di mana kerusakan kesehatan meningkat dengan bertambahnya durasi atau jumlah paparan yang merugikan (Hall et al., 2002; Lynch dan Smith, 2005)).

Berbagai studi di berbagai negara telah memberikan bukti empiris yang mendukung hipotesis Barker tentang adanya hubungan terbalik antara berat badan bayi lahir prematur ataupun aterm dan peningkataan insidensi hipertensi, PJK, gangguan toleransi glukose, resistensi insulin, dan DM tipe 2. Hubungan tersebut tampaknya bukan merupakan hasil variabel-variabel perancu (confounding variables). Berdasarkan data baru yang dihasilkan dari riset lainnya, Barker memperluas hipotesisnya dengan membuat perbedaan yang lebih spesifik efek kompromi pertumbuhan fetus pada berbagai periode gestasi. Menurut Barker, kompromi pertumbuhan fetus pada trimester pertama kehamilan menghasilkan stroke hemoragis via peningkatan tekanan darah; pada trimester kedua menghasilkan penyakit jantung koroner (PJK) via resistensi atau defisiensi insulin; pada trimester ketiga menghasilkan PJK dan stroke trombosis via resistensi atau defisiensi hormon pertumbuhan.
(Rasmussen, 2001, Godfrey dan Barker, 2001).

Rabu, 13 Juli 2011

buku lagi...


Begini nih kalau ke toko buku, bawaannya mau beli semua buku di toko… ndak nyadar apa uang di dompet, ndak nyadar kalau masih ada setengah bulan, mau puasa lagi, hitung..hitung pemanasan sebelum ramadhan…hehehe.. (niat salah lagi). Gara-gara ada teman pesan mau dibelikan buku, saya terpaksa ke toko buku dan inilah jadinya 4 buku ini terambil dengan “tidak sadar” padahal niatnya cuma mau beli buku pesanan…

Entah kenapa selama di Jogja saya rajin banget beli buku, untuk sementara cuma dikoleksi,bacanya nanti kalau butuh atau ada waktu..hehehe… padahal waktu S1 malasnya minta ampun, jangankan baca buku, niat beli aja harus mikir 10 kali… Ya itulah salah satu yang membuat saya senang di Jogja, buku banyak dan murah-murah, Beberapa toko yang sering di kunjungi mahasiswa di Jogja yaitu Shopping Center (pusat penjual buku-buku murah dan buku bekas), Toga Mas, Sosial Agency dan masih banyak lagi toko buku yang menawarkan diskon besar. Saya juga sering ke Gramedia, tapi bukan untuk beli buku, tapi nyatet judul buku yang bagus, habis itu cari di toko buku murah tadi…hahha.. (licik ya, namanya juga usaha).

Hasilnya Selama kurang dari setahun, mungkin sudah 50 puluh lebih buku yang saya beli, sebenarnya itu belum seberapa dibandingkan orang yang gila baca…saya sih cuma bersikap realistis, mau makan apa saya besok,… tapi ini sebuah peningkatan sedikit buat diri saya, kesadaran membaca itu sudah mulai muncul, sisa dikonsistenkan, ada mimpi nanti suatu saat dirumah saya nanti, ada satu ruangan kecil, di depan pintunya tertulis.. Selamat Datang di Perpustakaan IDN.

yang membuat saya bingung nanti, bagaimana membawa buku-buku ini pulang..bisa-bisa bangkrut lagi saya bayar ongkos kirimnya…
MySpace

Sabtu, 09 Juli 2011

memanjakan otak kanan


Tiga minggu berada didepan komputer mengerjakan laporan lapangan membuat otak kiriku menjadi jenuh... sementara otak kananku ngambek minta diperhatikan..hehehe. akhirnya memutuskan istirahat sejenak 2 hari sebelum melanjutkan laporan yang lain untuk memanjakan otak kananku... (mencoba adil) hufth.. meng-agendakan 2 hari bersama otak kanan ternyata susah juga..bawaannya...masih kepikiran laporan yg belum kelar-kelar...ckckck..

akhirnya memutuskan membaca Novel "PERAHU KERTAS" yang sudah lama tak tersentuh, Novel ini sudah lama sy tahu..tapi kok baru pengen baca ya.. ternyata novelnya bagus banget,inspiratif..lagi-lagi tentang mimpi anak muda, sy senang novel2 seperti ini.
Dee..sang penulis betul-betul beda disini..Lain dengan tulisan-tulisannya yang lain seperti serial -SUPERNOVAnya- ini lebih ringan dibaca..lumayanlah untuk memanjakan si otak kananku...

aktivitas lainnya selain baca novel.... memutuskan jalan2 keluar cari inspirasi. Saya memutuskan ke bioskop, menonton SERDADU KUMBANG yang sudah 3 minggu tertunda sejak tayang perdananya, Setelah menonton, saya betul-betul nyesel.. nyesel tidak menontonnya sejak tayang perdana, minimal minggu pertama lah..hufth tapi saya bersyukur untung filmnya belum keluar bioskop.. hehehe..
filmnya mengangkat tema pendidikan, sosial masyarakat dan anak-anak ini betul-betul memberi insipirasi dan pelajaran buat kita, film ini boleh dibilang pintar dalam mengkritik system pendidikan kita selama ini. Ditambah lagi sinematografi ala Alenia Pictures yang memanjakan mata, memotret latar alam Indonesia, kali ini daerah Sumbawa NTB.. menyadarkan bahwa Indonesia itu indah, Dua jempol dech.. buat Alenia Picture. Salut juga buat konsistensinya menghadirkan film anak-anak yang berkualitas (Denias, King, Tanah air Beta).

Setelah puas nonton aktivitas terakhir untuk memanjakan otak kanan ini adalah melatih tangan untuk membuat papercraft sendiri.. setelah iseng2 browsing di google "pola papercrfat" ternyata banyak juga... pola papercraft yg bisa di download sendiri trus.. di print.. boleh juga nanti kapan2 sy download,jadi ndak usah beli lagi

tapi sy tertarik sebuah situs yang namanya avatar**** ditempat ini kita bisa pesan untuk dibuatkan pola avatar kertasnya yg mirip wajah kita...kayaknya lucu dan unik, akhirnya pesan on-line, kemudian cuma sehari polanya udah jadi..

terus sy print...gunting..lem... sendiri..jadi dech avatar kertas diriku..hahaha..
Walaupun ndak terlalu mirip karena aslinya lebih ganteng.. tapi ndak apa2lah.. yang penting lucu...lumayan buat pajangan..hehehe..

-Gimana my "right brain" udah ndak ngambek lagi khan,hehehe...-

Now..kembali ke otak kiri..mencari inspirasi buat menulis laporan lagi...(Sebelum ia ngambek..) :D

Senin, 04 Juli 2011

Teman Kerja Tugas



Lama tidak posting karena disibukkan dengan tugas lapangan dan membuat laporan
untung ada teman-teman yang menemani dan menyemangati ketika buat laporan..hehe..
kenalkan, ini Danbo, Conan & Angry Birds...

Sabtu, 11 Juni 2011

Kita Kadang Salah Memahami Keinginan IBU yang Sederhana


Mungkin tidak ada makhluk yang spesial dalam hidup kita selain IBU, ia begitu spesial karena pergorbanannya, karena cintanya, karena sayangnya, dan karena ketulusan dan doa-doanya kepada kita. Dan tak ada satupun paham di dunia ini yang tak sepaham akan itu.

Begitu spesialnya ia diciptakan bahkan diagungkan oleh ALLAH SWT di beberapa ayatnya,kita selalu dituntut untuk senantiasi berlaku baik kepadanya, berbakti kepadanya, menjaga perasaanya, medoakannya dan membahagiakannya. Namun kita berdua terlahir di generasi yang berbeda, hidup di zaman yang tak sama, mengalami perubahan-perubahan sosial budaya yang tak serupa. Terkadang memunculkan perbedaan yang membuat komunikasi kita dengan ibu tak sejalan, kehendak tak seiring dan pikiran yang tak sepaham.

Ibu memiliki pandangan yang lebih dalam tentang hidup dan perasaan, kadang tidak bisa dipahami oleh kita sebagai anaknya. Keinginan-keinginan yang sederhana seringkali ditafsirkan rumit oleh kita sehingga melahirkan praduga-praduga yang tak mendasar dan akhirnya membuat ia kecewa.

Ia sekedar ingin menunjukkan cinta, kasih sayang dan perhatiannya ketika itu. Ketika anak laki-laki satu-satunya ini ingin berangkat untuk sekolah lagi di Jawa. ibu,karena ia merasa akan berpisah dengan anak yang dicintainya dengan jarak yang jauh dalam waktu yang lama, karena belum pernah memang aku meninggalkan orang tuaku selama ini, tentu ia ingin meluapkan perhatian dan kasih sayangnya dengan mengantar anaknya ke bandara. Ya.. orang tua manapun pasti ingin menyertai anaknya pada saat-saat yang penting itu entah untuk sekedar memberi semangat atau mendoakannya.

Tapi anak laki-laki ini yang merasa sudah besar, dewasa dan tidak ingin dibilang anak manja tanpa rasa bersalah mengatakan “Ndak usahmi bu antarka',..” tapi saya selalu kalah membujuk ibu, keinginannya lebih besar daripada usaha saya, walaupun mungkin dalam hatinya sedikit kecewa dengan kata-kata anaknya ini. Sampai di bandarapun saya bilang lagi “Ndak usahmi bu turun, saya langsung masuk saja boarding..” saya sih cuma berpikir karena memang mobil ndak boleh parkir lama-lama di depan ruang keberangkatan, cuma bisa turunkan penumpang dan barang, …ibu langsung pulang saja”. Tapi diapun bersikeras melihat saya sampai masuk ke bandara waktu itu, Setelah mencium tangan dan pipinya saya pun masuk ke bandara. Saya masih melihat wajahnya yang sedih di luar bandara ketika saya sudah masuk waktu itu.

Disinilah kadang kita salah dalam berpikir dan menerka keinginan orang tua kita terutama ibu, kita hanya mampu menerka bahwa ibu mengangap kita masih anak-anak yang perlu ditemani dan dimanja. Padahal mungkin persoalannya tidak sesederhana itu, orang tua kita mungkin tidak bermaksud memperlakukan kita seperti itu, mereka ingin tetap memberikan cintanya dalam waktu sekejap sebelum ia berpisah dengan anaknya. Atau mungkin ia berpikir “anakku membutuhkan kekuatan doa dan semangat, maka aku ingin mengiringi kepergiannya dengan lantunan doa”. Sederhana memang tapi kita kadang tidak menyadarinya.”

Atau ketika ia sering bahkan setiap hari menelpon, ketika kita sudah dirantau, hanya untuk sekedar bilang “lagi dimaki nak..” “lagi bikin apa..” “sudah makan belum..” Sebagian dari kita mengangap mungkin telponnya menggangu kita, atau sudah bosan mendengarnya, atau mengangap ngapain sih ibu nelpon terus, saya baik-baik saja kok, Seolah kita masih anak kecil yang harus di cek dan pantau tiap hari aktivitasnya, yang sebelumnya ketika kita masih bersama mereka ia jarang menelpon. Disinilah saya bahkan mungkin sebagian dari kita gagal memahami hal yang sederhan itu.

Mungkin ketika ia menelpon, ibu hanya ingin melepas rindunya dan mengobati rasa sepinya, ia begitu senang ketika mendengar suara kita disana, atau kabar kita baik-baik saja, sehat dan sudah makan. Ini yang coba kita pahami, maka jauhkan rasa terbebani itu, jauhkan kata-kata yang mungkin bisa menyakiti hatinya itu, Sebab ketika kita jauh darinya, mungkin hanya itu bakti yang bisa kita berikan untuk membalas jasa-jasanya yang tak terhingga yang tak tak mungkin terlunaskan.

Semoga kita dapat membahagiakan orang tua kita dengan memahami dan memenuhi keinginan-keinginannya yang sederhana. Karena pada hakikatnya apapun yang kita berikan,tidak akan pernah sepadan dengan kasih sayang yang mereka curahkan untu kita.

-Ketika kata itu sulit terucap, saya hanya bisa menuliskan rinduku disini, ibuku Sayang-

Sumber Inspirasi : Tarbawi

Sabtu, 04 Juni 2011

Transisi Epidemiologi : Triple Burden for Indonesia


Dalam dunia kesehatan kita sering mendengar kata Transisi Epidemiologi, atau beban ganda penyakit. Transisi epidemiologi bermula dari suatu perubahan yang kompleks dalam pola kesehatan dan pola penyakit utama penyebab kematian dimana terjadi penurunan prevalensi penyakit infeksi (penyakit menular), sedangkan penyakit non infeksi (penyakit tidak menular) justru semakin meningkat. Hal ini terjadi seiring dengan berubahnya gaya hidup, sosial ekonomi dan meningkatnya umur harapan hidup yang berarti meningkatnya pola risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan lain sebagainya. Ya..mungkin seperti itulah pengertian Transisi Epidemiologi yang saya ketahui.

Teori transisi epidemiologi sendiri pertama kali dikeluarkan oleh seorang pakar Demografi Abdoel Omran pada tahun 1971. Pada saat itu ia mengamati perkembangan kesehatan di negara industri sejak abad 18. Dia kemudian menuliskan sebuah teori bahwa ada 3 fase transisi epidemiologis yaitu 1)The age of pestilence and famine, yang ditandai dengan tingginya mortalitas dan berfluktuasi serta angka harapan hidup kurang dari 30 tahun, 2)The age of receding pandemics, era di mana angka harapan hidup mulai meningkat antara 30-50 dan 3)The age of degenerative and man-made disease, fase dimana penyakit infeksi mulai turun namun penyakit degeneratif mulai meningkat. gambaran itu memang untuk negara Barat.

Teori ini kemudian banyak di kritik. Kritikan dari beberapa tokoh seperti Rogers dan Hackenberg (1987) dan Olshansky and Ault(1986) membuat Omran melakukan sedikit revisi. Bagi negara Barat, ketiga model tersebut ditambah 2 lagi yaitu: 4)The age of declining CVD mortality, ageing, lifestyle modification, emerging and resurgent diseases ditandai dengan angka harapan hidup mencapai 80-85, angka fertilitas sangat rendah, serta penyakit kardiovakular dan kanker, serta 5)The age of aspired quality of life with paradoxical longevity and persistent inequalities yang menggambarkan harapan masa depan, dengan angka harapan hidup mencapai 90 tahun tetapi dengan karakteristik kronik morbiditas, sehingga mendorong upaya peningkatan quality of life.

Selain itu, Omran juga membuat revisi model transisi epidemiologis untuk negara berkembang dengan mengganti fase ketiganya menjadi “The age of triple health burden” yang ditandai dengan 3 hal yaitu: a) masalah kesehatan klasik yang belum terselesaikan (infeksi penyakit menular), b)munculnya problem kesehatan baru dan c)pelayanan kesehatan yang tertinggal (Lagging), Namun ketika itu dikaitkan dengan jenis penyakit beberapa pakar menggati beban ketiga itu dengan “New Emerging Infectious Disease” Penyakit menular baru/penyakit lama muncul kembali.

Indonesia sebagai negara berkembang dekade saat ini dan kedepan diperkirakan akan berada pada fase ketiga ini yaitu “The age of triple health burden”. Tiga beban ganda kesehatan. Kita akan membahas beban ini satu-persatu.

Beban pertama yang dihadapi Indonesia adalah masih tingginya angka kesakitan penyakit menular “klasik”. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang besar di hampir semua Negara berkembang apalagi negara tersebut berada pada daerah tropis dan sub-tropis. Angka kesakitan dan kematian relatif cukup tinggi dan berlangsung sangat cepat menjadi masalahnya. Sebut saja Tuberkulosis (TB), Kusta, Diare, DBD, Filarisisi, Malaria, Leptospirosis dan masih banyak lagi teman-temannya. Seolah Indonesia sudah menjadi rumah yang nyaman buat mereka tinggal (baca:endemis). Sudah berpuluh-puluh tahun pemerintah kita mencoba membuat program memberantas bahkan mengeliminasi penyakit ini namun penyakit ini belum juga mau pergi dari Indonesia, Sudah Trilyunan Rupiah dikeluarkan agar mereka mau meningga
lkan Indonesia, Malah trend kasusnya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Penyakit menular ini merupakan hasil perpaduan berbagai faktor yang saling mempengaruhi. Secara garis besar, biasa kita sebut Segitiga Epidemiologi (Epidemiological Triangle) yaitu lingkungan, Agent penyebab penyakit, dan pejamu. Ketidakseimbangan ketiga faktor inilah yang bisa menimbulkan penyakit tersebut. Kita tidak akan membahasnya satu persatu disini. Informasi lebih jelsnya anda bisa membaca buku tentang Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan.

Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular secara konsep sebenarnya bisa kita lakukan dengan memutus mata rantai penularan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghentikan kontak agen penyebab
penyakit dengan pejamu. Mengintervensi faktor risiko utama yaitu Modifikasi lingkungan (menciptakan lingkungan yang sehat) dan mengubah perilaku menjadi hidup bersih dan sehat. Namun kedua faktor utama inilah yang sampai sekarang tidak mampu dimodifikasi. Masalahnya cukup kompleks, bisa disebabkan karena kebijakan pemerintah yang belum berpihak pada upaya preventif (pencegahan), Sektor kesehatan merasa bekerja sendiri menyelesaikan masalah kesehatan, Keadaan politik,sosial dan ekonomi menjadi akar masalah kita.

Beban Kedu
a yang dihadapi Indonesia adalah tingginya angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (Non-Communicable Disease). Sebut saja Hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit Cardiovaskuler (CVD), Ischemic Heart Disese, PPOK, Kanker dan teman-temannya. Masalah utamanya adalah angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia sudah lebih tinggi daripada kematian akibat penyakit menular. pada tahun 1995 kematian akibat penyakit tidak menular sebesar 41,7 persen dan tahun 2007 meningkat menjadi 59,5 persen, ini yang tercatat di pelayanan kesehatan bagaimana dengan yang tidak tercatat ? Ini juga menjadi salah satu masalah PTM sekarang ini, pencatatan yang hampir tidak ada sama sekali di pelayanan kesehatan, sehingga sulit menentukan besaran masalahnya dan menentukan kebijakan di daerah maupun pusat.

PTM dikenal dengan sebutan Silent Killer, bisa membunuh secara diam-diam, dan ketika terdeteksi oleh penderita, sudah pada tingkat keparahan yang tinggi dan sudah sulit disembuhkan, dan biasanya akan berakhir dengan kecacatan atau kematian. Tidak ada Faktor yang spesifik dan dominan penyebab PTM ini. Faktor risiko penyakit ini cukup banyak dan saling berinteraksi. Berbagai penelitian menyebutkan faktor risiko yang sering ditemukan adalah pada perilaku yaitu merokok, minum beralkohol, makanan (Fastfood dengan kolestrol tinggi), dan kurangnya aktivitas fisik. Pencegahan yang bisa kita lakukan ya..dengan mengubah perilaku kita menjadi perilaku yang sehat,menjaga pola makan yang baik dan sehat, sering berolahraga dan hindari rokok dan minum alkohol.

Beban ketiga yang dihadapi Indonesia adalah munculnya penyakit baru (new emerging Infectious Disease). Sebut saja HIV (1983), SARS (2003), Avian Influenza (2004), H1N1 (2009). Penyakit ini rata-rata disebabkan oleh virus lama yang berganti baju (baca:bermutasi) itulah yang menyebabkan tubuh manusia sering tidak mengenalnya dengan cepat. Akibatnya angka kesakitan dan kematian pada penyakit ini sangat tinggi dan berlangsung sangat cepat.

Adanya penyakit infeksi yang baru ataupun penyakit infeksi lama yang muncul kembali merupakan konskuensi logis dari sebuah proses evolusi alam, selain itu kemampuan mikroba pathogen untuk mengubah dirinya, manusia dengan perubahan teknologi dan perilakunya juga memberikan peluang kepada mikroba untuk secara alamiah merekayasa dirinya secara genetik, perubahan iklim global juga turut campur dalam timbul dan berkembangnya penyakit baru ini.

Pengendalian penyakit infeksi baru bermacam-macam pendekatan namun diperlukan pemahaman teradap 2 hal yakni epidemiologi global penyakit atau dinamika penyebaran penyakit secara global dan pemahaman terhadap cara-cara penularan lokal. (Achmadi,2009)

Dengan melihat gambaran di atas, Indonesia 10-20 tahun kedepan belum mampu mewujudkan Indonesia Sehat. Kami hanya mampu menyarankan kepada anda untuk membantu pemerintah mempercepat terwujudnya Indonesia sehat dengan Berpikir Sehat, Berperilaku bersih dan Sehat, dan Mengajak orang-orang untuk hidup Sehat. Karena dengan bergerak bersama-sama Kita bisa mewujudkan MIMPI ITU, melihat INDONESIA SEHAT.

Sumber :
Horison Baru Kesehatan Masyarakat Indonesia (Umar Fahmi Achmadi)
Penyakit Tropis (Widoyono)
Sumber lain yang tidak bisa sy sebutkan semuanya
MySpace

Selasa, 31 Mei 2011

Aku dan Ransel Hitamku



Ransel hitamku… 4 tahun yang lalu waktu aku menemukanmu di sebuah toko Tas perlengkapan “Adventure”. Selain karena uangku pada saat itu hanya pas untuk membelimu, Aku memilihmu karena ku yakin kau kuat menemaniku… kemana-mana.
sekarang kamu sudah tak sehitam dulu, bagian atasmu sudah kecoklatan..dipudarkan matahari, dengan sedikit sentuhan corak abu-abu dari debu jalanan, entah kapan aku terakhir mencucimu… hahaha...
MySpace
Kau menemaniku 3 tahun selama kuliah di FKM Unhas, isimu tidak kurang dari 3kg setiap hari membuat pundakku mungkin turun 3cm selama 3 tahun itu… Laptop, buku-buku, alat tulis, laporan, hardisk, flashdisk,…mengisimu, dan membuatku lelah ketika harus membawamu kesana kemari, naik turun 3 lantai ketika mengurus tugas akhir di semester-semester akhir..hufthhh….
MySpace
Kau juga sering menemaniku jalan-jalan, bertualang, atau ketika survei di beberapa daerah. Sangat senang bisa bersamu…,kayaknya seperti ada yang hilang ketika tidak membawamu jika aku pergi.hehehe,…

Sampai ketika aku berangkat ke Jogja untuk melanjutkan pendidikan, akupun membawamu..padahal aku bisa saja menggantimu dengan yang lebih bagus.. tapi ya.. aku tetap memilihmu sebagai teman, menemaniku lagi melanjutkan petualangan bersama di Jogja, kuliah dan menyelesaikan tugas lapangan. Kuharap kau masih kuat, walaupun kemarin baru kulihat ada robekan di bagian bawahmu, entah sudah berapa lama kau merahasiakannya,.. mungkin kau takut jika aku tahu kemudian menggantimu. Tenang aja…
Insya Allah aku ingin kau menemaniku sekali lagi, menyelesaikan Masterku… Setelah itu Beristirahatlah…
MySpace
 
 
Blogger Templates